Meninggalkan Jakarta, Menuju Kehidupan Baru, Merajut Asa Karena Allah Semata
Sudah semenjak tanggal 19 Mei 2021 kemarin kami sekeluarga pindah dari lokasi tempat tinggal kami di Pancoran Jakarta Selatan. Tempat dimana semua fasilitas ada, tempat semua kenangan kami dibangun sejak belum menikah kemudian saat menikah dan mempunyai anak yang lucu menggemaskan. Perpindahan lokasi tempat tinggal kami ini bukanlah hal yang aneh “seharusnya” karena memang sebagai salah satu karyawan di salah satu BUMN saya terikat pasal kontrak yang menyatakan bahwa akan bersedia ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan perusahaan. Namun adakalanya memang dinamika perusahaan yang awalnya kami mengira tidak akan berlaku tapi kenyataannya dengan segalan perubahan kebijakan akhirnya terjadi juga.
Berawal dari desas-desus perusahaan tentang adanya reorganisasi internal yang sedari setahun lalu menjadi gosip hangat yang selalu jadi pembicaraan para karyawan hingga akhirnya sedikit demi sedikit menjadi semakin terang dengan dikeluarkan surat sakti berbentuk SMJ (Surat Mutasi Jabatan) yg diberikan ke semua orang.
Qadarullah, saya diminta perusahaan untuk mutasi ke daerah Prabumulih, lokasi yang memang tidak asing bagiku. Sejak berkecimpung di dunia Perminyakan memang daerah ini sangat terkenal dan perusahaan terdahulu memiliki daerah operasi yang berdekatan dengan kota Prabumulih ini. Sehingga secara pribadi saya sangat familiar dengan semua aspek kota ini, namun ingat itu hanya sekedar lewat, menginap, atau rapat perusahaan yang tidak mempersyatkan untuk tinggal secara permanen di sini.
Singkat kata berangkatlah kami untuk mengikuti takdir kami dengan harapan bahwa perpindahan ini akan membawa kehidupan yang baru yang lebih baik, menambah keimanan kami, menuju takdir yang telah Allah Azza Wa Jalla tetapkan untuk kami sekeluarga.